Diet dan alergen
Cara menandai alergen dan risiko diet pada menu Tionghoa
Halaman ini menyesuaikan konten utama ke Bahasa Indonesia, dengan fokus pada membaca, menulis, mendesain, dan mengoperasikan menu restoran Tionghoa secara praktis.
Label yang disarankan
| Label | Kapan digunakan |
|---|---|
| Mengandung babi | Daging babi, lemak babi, ham, sosis Cina, char siu, atau kaldu babi. |
| Mengandung seafood bercangkang | Udang, kepiting, saus tiram, udang kering, saus XO, atau kaldu seafood. |
| Mengandung gandum / gluten | Mi gandum, kulit dumpling, bao, kecap asin biasa, atau tepung pelapis. |
| Mengandung kedelai | Kecap asin, tahu, doubanjiang, kacang hitam fermentasi, atau tahu fermentasi. |
| Mengandung wijen | Minyak wijen, pasta wijen, biji wijen, atau minyak cabai dengan wijen. |
| Mengandung kacang tanah / kacang pohon | Kacang tanah, mete, kacang pohon, atau taburan kacang. |
| Mengandung telur | Mi telur, nasi goreng, sup telur, custard, atau olesan telur. |
| Mengandung arak masak | Shaoxing, arak beras, marinade, atau hidangan drunken. |
Teks siap pakai
Catatan alergen dan persiapan: Banyak hidangan dapat mengandung atau bersentuhan dengan kedelai, gandum, wijen, seafood bercangkang, babi, telur, kacang tanah, kacang pohon, atau arak masak. Mohon beri tahu alergi sebelum memesan. Dapur menggunakan wok, kukusan, penggorengan, talenan, area saus, dan permukaan persiapan bersama. Kami dapat memeriksa bahan dan membantu bila memungkinkan, tetapi tidak dapat menjamin tidak adanya kontak silang.